Anthurium Andreanum Alias Anthurium Bunga

Anthurium Andreanum Alias Anthurium
Bunga


Di luaran sana, popularitas Anthurium foliage (daun) sebenarnya masih kalah mencorong dibanding dengan Anthurium andreanum (bunga). Bahkan nilai bisnis dari menjual spadiks andreanum bisa mencapai milyaran dollar setahun.


Hawaii, misalnya, yang saat ini menjadi produsen bunga potong dari Anthurium bunga, bisa meraup sampai US$ 1 milyar dalam setahun. Karena tingginya permintaan di seluruh dunia, sejumlah negarapun ikut-ikutan mengembangkan andreanum. Itulah sebabnya, jenis ini kemudaian berkembang amat pesat. Bermunculan ratusan kultivar dari proses hybridisasi.

Karena sudah menjadi industri bernilai tinggi, pengembang-biakannya juga sudah tak lagi dengan cara-cara tradisional. Hasil persilangan yang sudah dianggap baik kemudian dibiakkan secara massal melalui teknik kultur jaringan.

Kebunnya, juga sudah ultra modern yang tak jarang memakai green house raksasa dengan infra struktur yang amat komplit dan modern.

Di sisni, sebetulnya Anthurium andreanum juga sudah lama dikenal sekaligus dikembang-biakkan di sejumlah kawasan, misalnya Bogor dan Malang. Namun sejauh ini produknya masih belum mampu menembus belantara bisnis bunga potong kelas dunia. Masih jalan di tempat, apalagi saat Anthurium foliage (daun) ngeboom, popularitas andreanum seakan dinomor-duakan.

Baru belakangan masyarakat luas mulai sadar andreanum memiliki kelebihan, warna-warni seludang tongkolnya yang menawan memiliki kelebihan tersendiri. Bahkan saat dijadikan indoor plan, andreanum amatlah indah. Dijadikan buket, juga begitu kerennya.

Yang juga asyik buat dijadikan tanaman utak-atik, adalah tantangan menyilangkannya untuk mendapatkan hybrid-hybrid baru yang memilki warna dan bentuk seludang yang menawan.

So, bagaimana indahnya andreanum, inilah sebagian contoh-contuhnya:




Anthurium Andreanum Alias Anthurium
Bunga

Artikel Terkait:

Musuh-musuh Anthurium




Musuh-musuh Anthurium

A. Penyakit

Bercak kuning
Bercak kuning ditandai dengan munculnya noktah kecil berwarna kuning. Makin lama bercak melebar sehingga seluruh permukaan daun tertutup warna kuning. Ada yang menduga bercak kuning disebabkan oleh cendawan, sehingga gejala langsung dihantam dengan fungsida. Pekebun lain berpendapat bercak kuning hanya efek adanya gangguan pada akar. Pasalnya bercak selalu disertai dengan gagnguan pada akar. Jika dilihat dari gejalanya kemungkinan besar bercak kuning disebabkan oleh nematoda atau penyakit lain seperti fusarium. 

Cendawan tidak mungkin menyebabkan daun menguning total seperti gejala yang ditampakan tanaman terserang bercak kuning. Sebenarnya penyakit ini sudah merajalela sejak 1990-an. Ia mengganas saat pergantian musim. Faktor pendukungnya antara lain media yang terlalu lembab., aliran udara dilokasi kebun tidak lancar, komposisi media salah, dan pemberian pupuk kandang yang berlebihan. Tekstur media yang halus lambat laun akan mengendap didasar pot dan menyumbat lubang. Akibatnya aerasi dan drainase tertanggu. Air dalam pot akhirnya menggenang dan merendam akar hingga menjadi busuk. Karena akar membusuk, penyerapan hara terganggu, pertumbuhan anthuriumpun terhambat. 

Untuk mencegah penyakit ini menyebar, daun yang terserang segera dipetik. Sampah daun dibakar atau dipendam karena bercak kuning dapat gampang menyebar. Setelah dipangkas kita lantas merendam tanaman dalam larutan Agrept dan Betadine. Setelah setengah jam kemudian baru ditanam dalam media baru. Untuk tanaman yang terlanjur sakit parah, saya menyarankan untuk mengeluarkannya dari pot. Tarik semua akar busuk sehingga putus lalu rendam dalam larutan bakterisida dan fungisida.

Bercak daun
Bercak daun ditandai dengan ciri daun tampak kekuningan dengan bercak berwarna cokelat. Jika dibiarkan lama-kelamaan bercak berubah menjadi kehitaman. Bercak daun disebabkan oleh pseumodomonas cichorii dan xantohomonas campestris. Kedua pathogen ini masuk melalui luka di permukaan daun. Bercak daun bisa diatasi dengan aplikasi bakterisida seperti Agrept dosis 2.5 g/l, Agrimycine dosis 1.2 g/l dan fungisida berbahan aktif tembaga seperti Kocide 60 WDG dosis 1 g/l, Cupravit dosis 2.5 g/l. Penyemprotan dilakukan 1-2 kali seminggu.

Busuk akar
Tanaman yang terinfeksi layu seperti mati. Ujung daun terlihat menggulung kekuningan seperti terbakar. Saat media dibongkar terlihat akar membusuk, mudah putus. Itulah tanda-tanda serangan busuk akar. Penyebabnya cendawan phytium sp. Jamur ini merajalela bila lingkungan tumbuh terlalu panas dan drainase di pot jelek, sehingga suhu dan kelembapan meningkat tajam. Ia juga mudah menyerang jika kondisi tanaman lemah dan stress. Serangan phytium bisa diatasi dengan penyemprotan fungisida seperti Antracol dan Dithane dosis 2.5 g/l, diaplikasikan seminggu 2 kali.

B. Hama

 
Ulat
Ulat hama utama anthurium. Daun dipenuhi lubang-lubang mulai sebesar pentul korek api hingga seukuran bungkus rokok. Untuk mencegahnya pengontrolan rutin wajib dilakukan, karena kupu-kupu biasa meletakkan telurnya dibalik daun. Pengendalian mekanis dilakukan dengan membuang ulat yang bersarang di tanaman. Secara kimiawi dengan menyemprotkan insektisida kontak seperti campuran Decis (0.5 ml/l) dan Atabron (1 ml/l). aplikasi 1-2 kali seminggu. Usahakan langsung terkena sumber hamanya.



Siput
Siput menyebabkan daun berlubang. Kita mengatasinya dengan meletakkan bir di dekat tanaman, siput akan berkumpul disana. Saya biasa mengoleskan vaselin untuk mobil dibatang anthurium. Dengan cara itu siput akan kesulitan untuk naik ke pohon. Cara lain memakai siputox, pestisidakhusus siput. Siputox ditumpuk ditempat tertentu barjarak 5m dari tanaman. Niscaya siput lebih tertarik mendekati siputox daripada anthurium. Hindarkan siputox dari terpaan hujan dan air siraman.


Kutu putih
Kutu putih lazim menyerang anthurium yang daunnya berbulu, berbedak seperti kristallinum atau lidah gajah. Namun ia ditemukan juga di hookeri. Kutu itu juga bersarang di bagian bawah dan pangkal daun sehingga kadang tidak diketahui keberadaannya. Cara mengatasinya dengan aplikasi Curakron atau Decis 2-3 kali seminggu. Jika tidak terlalu banyak, kutu putih bisa diatasi dengan pembersihan langsung menggunakan cottonbath.

C. Gangguan fisiologis

Daun keriting
Daun keriting ditandai dengan permukaannya yang terasa bergelombang jika diraba, warna daun mengalami gradasi, semakin kearah pinggir warna semakin hijau muda. Pemusnahan dilakukan dengan pembakaran. Namun ada juga yang menduga sebagai gejala kekurangan kalsium. Cara mengatasinya dengan penyiraman teratur. Karena bisa saja kalsium sudah ada dalam media, tetapi dalam kondisi tidak terlarut.



Daun terbakar

Anthurium termasuk tanaman naungan, tidak membutuhkan intensitas matahari kuat. Peletakan anthurium di paparan matahari langsung bisa mengurangi kecantikan daun. Bagian daun yang tebakar tampak cokelat mengering. Bila diremas dengan jari mudah hancur. Namun hati-hati, gejala daun terbakar juga harus diwaspadai lebih cermat. Bila muncul warna lain seperti kekuningan disisi daun terbakar, bisa jadi gejala serangan cendawan Gloesporium sp. Jika ini terjadi cara mengatasinya dengan cara menyemprotkan fungisida sperti Trineb, Dithane, Sandovan MZ , aplikasikan selama 1-2 kali seminggu .

Musuh-musuh Anthurium

Kalsium Pertajam Urat Jemani

Kalsium Pertajam Urat Jemani

Kalsium (Ca) termasuk unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar. Kehadiran unsur esensial ini tak sekedar mampu menguatkan tangkai daun dan organ tanaman lainnya. Di balik itu, kehadiran kalsium juga bisa membikin urat-urat jemani jadi lebih menonjol.


Berdasarkan penelitian di lapangan, penyemprotan Ca secara aktif, akan mampu mempertajam urat-urat daun jemani. Bahkan urat-urat tersebut bisa tembus sampai ke permukaan bawah daun. Asal tahu, unsur Ca ini sendiri berperan penting dalam pembentukan tulang dan urat daun. Wajar saja jikalau uratjemani lebih menonjol usai aktif diaplikasi Ca.

Seperti diketahui, jemani akan dikatakan berkualitas dan berkelas kalau kerut dan urat-uratnya meninjil. nak, untuk menjadikan urat tadi jeuh lebih menonjol, si empunya harus kerap mensupali unsur Ca baik lewat akar maupun daun.

Saat ini banyak sumber Ca yang dapat di beli di toko-toko pertanian diantaranya Fitomic, Calsium Premix dan Dolomit. Ketiga bahan itu mampu mensupali unsur Ca dengan efektif.

Untuk diketahui, pemberian Fitomic dan Calsium Premix bisa lewat daun dan akar. Sedang Dolomit harus lewat akar. Lewat daun, cukup disemprotkan ke daun-daun tanaman bersangkutan. Sedangkan lewat akar, larutan dikocorkan pada media tanam. Cara keduanya juga bisa digunakan  secara bersama. Artinya selain disemprotkan lewat daun, saat itu juga Ca dikocorkan pada media tanam.

Adapun aplikasi Ca sebagai berikut:
 
- Siapkan Fitomic
- Larutkan dengan air pakai perbandingan 2 cc per liter air (Fitomic 2 cc dicampur 1 liter air)
- Masukkan larutan ke dalam sprayer
- Semprotkan pada seluruh daun Anthurium
- Semprotkan pula bahan ini pada media tanamnya sampai basah
- Penyemprotan Fitomic ini dilakukan setiap 1-2 minggu sekali
- Penyemprotan paling efektif pagi jam 7-8 atau sore jam 3-4. Hal ini dimaklumi karena stomata membuka sempurna pada jam-jam tersebut sehingga partikel Ca mudah terserap sel-sel daun

Terapi lewat akar lebih praktis

- Siapkan Calsium Premix
- Larutkan dalam air dengan dosis 2 gram per liter air
- Kocorkan pada setiap Anthurium Anda sebanyak 250 cc (untuk tanaman remaja) dan 500 cc per pot untuk tanaman dewasa
- Pengocoran Calsium Premix bisa sebulan sekali

Cara lain:

- Siapkan Dolomit
- Siapkan sendok makan
- Ambil Dolomit dalam kemasan dengan sendok makan
- Tebar Dolomit tersebut di atas permukaan media tanam setiap 3-6 bulan sekali
- Untuk tanaman remaja cukup 10 gram (1 sendok makan) dan 100 gram untuk tanaman dewasa (indukan).

Kalsium Pertajam Urat Jemani

Keluarga Besar Anthurium

Keluarga Besar Anthurium



Anthurium apakah masih sekerabat dengan Alokasia, Aglaonema, Spathiphyllum atau jenis-jenis tanaman lainnya yang spintas dari sisi daun mirip, juga bertongkol (spadiks)?? Ini juga pertanyaan yang banyak diperbincangkan para Anthuriumania. Serta seberapa banyak sih spesies Anthurium itu?? Karena di pasaran kok sebanyak itu nama-nama yang beredar.

Pertanyaan itu memang layak ditayangkan. Karena bagi yang sudah ahli saja kadang masih membingungkan. Apalagi yang masih berkatagori awam.

Soal kerabat Anthurium, memang banyak. Karena di family Araceae di mana Anthurium menjadi keluarga di sana. Ada terdapat 100 genera. Diantaranya yang paling populer antara lain: Anthurium, Dieffenbachia, Xanthosoma, Spathiphyllum, Epipremnum, Aglaonema, dan Philodendron.


Genus Anthurium sendiri memiliki lebih dari 1.500 spesies dan lebih dari 600 originate. Woowww... super banyak..kan?? Nyaris sebagian besar hidup dan ditemukan di Amerika Tengah, Venezuela, Columbia, Equador, Peru, dan Brazil. Sebagian lagi ditemukan di kawasan Guyana.

Nah, di keluarga Anthurium sendiri dikenal ada dua golongan, yakni: Anthurium foliage (Anthurium daun) serta Anthurium andreanum (Anthurium bunga).

Selain spesiesnya yang sudah seabrek, makin seabrek lagi kultivar-kultivarnya karena munculnya produk-produk persilangan antar dua spesies berbeda yang kemudian dikenal dengan nama Anthurum hybrid. Jadi, bayangkan saja, ada berapa kultivar yang kemudian kita kenal belakangan ini.

Bila memang sekerabat bisakah Anthurium itu, misalnya disilangkan dengan Aglaonema?? Jawabnya tidak bisa. Karena meski satu family, keduanya beda genus. Jadi jangan berharap suatu saat akan muncul produk hybrid dari persilangan antara salah satu spesies Anthurium dengan salah satu kultivar Aglaonema, misalnya.

Yang masih memungkinkan untuk bisa saling disilangkan adalah antara Anthurium foliage dengan Anthurium andreanum.

Soal trade mark alias nama dagang, misalnya Jaipong, Cobra, Black Beauty, dan lain-lain itu, umumnya diberikan oleh masing-masing individu yang merujuk pada karakteristik tanaman bersangkutan, terutama daunnya. Indah juga yang kemudian fenomena satu jenis tanaman tetapi memiliki nama berbeda.
Selama jenis bersangkutan masih tergolong spesies memang masih relative mudah buat "dibenarkan". Namun bila itu produk hybrid ini yang susah dilacak. Apalagi umumnya tak memakai "aturan" nomenclature dalam pemberian nama-nama itu. Yakni mencantumkan nama kedua induknya di depan namanya. Ini yang makin membuat makin beragamnya nama-nama itu.

Namun sebaiknya saat membeli Anthurium bukan dikarenakan terpikat oleh nama-nama indah apalagi karena harga pasaran tanaman tersebut. Tetapi lebih karena memilih keindahan individu tanaman bersangkutan.

 
Keluarga Besar Anthurium

BIRD'S NEST alias Anthurium Sarang Burung

BIRD'S NEST alias Anthurium Sarang Burung

Menyebut Anthurium sarang burung, Anthuriumania Indonesia sebagian besar langsung menunjuk ke green hookeri. Padahal di sononya, bird's nest bukanlah menunjuk ke satu spesies atau kultivar tertentu. Sarang burung itu disandangkan pada beberapa spesies Anthurium yang memiliki ciri khas: daun berdiri tegak, bertangkai agak panjang serta cenderung tumbuh meroset.


Barangkali karena bentuknya seperti itu, di habitatnya sana menjadi ideal untuk dijadikan sarang burung.

Inilah beberapa spesies bird's nest yang barangkali mirip dengan koleksi kita. Beberapa berpasaran harga bagus, beberapa spesies lainnya tak begiyu mengkilap harganya. Tentu saja semua bergantung pada bentuknya serta populasinya di pasaran.

Imperiale
Sosoknya mirip dengan hookeri sweeta yang kita kenal di sini. Daunnya khas hookeri, panjang serta melebar di ujung. Bibir daunnya juga berombak serta permukaannya rada berkerut.

Bisa tumbuh meraksasa Imperiale bisa mencapai tinggi 60-90 cm dengan daun yang lebarnya mencapai 45-60 cm. Ukuran bongsornya itu akan cepat dicapai dari usia remaja asal tumbuh di suhu yang dingin serta intensitas matahari yang tak terlalu tinggi.

Llewelynii
Di sini ada yang menamainya dengan Anthurium krisbum. Katanya hasil persilangan antara Anthurium keris dengan Anthurium krisbum. Padahal Llewelynii adalah spesies dan bukan hybrid (hasil persilangan oleh manusia).

Sosoknya tak begitu bongsor, krisbum Amerika Latin ini paling banter hanay mencapai 75 cm tingginya. Daunnya juga tetap kurus mirip keris sampai besar. Tongkolnya juga mungil tapi menjulur panjang.

Big Bird
Di sini malah digolongkan sebagai keluarga besar Anthurium lekuk alias Gelombang Cinta. Lalu dinamai Gelcin Raffles (yang bener pruffles). Memang secara keseluruhan sosoknya mirip Gelcin. Tapi perhatikan, jelas ada sejumlah bedanya. Daun plowmanii cenderung lebih rada melebar di tengah. Memang di sepanjang bibir daunnya terlihat berombak. Tapi lebih tepat disebut keriting saja kerena lekukannya kecil-kecil dan merata. Tak seperti ombaknya Gelcin yang cenderung tak beraturan.

Daun Big Bird juga lebih lebar dari daun neo superbum. Selain itu juga lebih panjang dan lebih tebal dibanding neo superbum.

Victoria Bird's Nest
Juga mirip-mirip Llewelynii tapi daunnya cenderung lebih lebat. Karena itu lebih tampak roset dan indah. Saking lebatnya, antar daun seperti saling menumpuk. Sayang di sini masih relative susah ditemukan.

 




Salviniae
Yang ini bau khas hookerinya masih kental. Daunnya lebar dan lebat serta berwarna hijau muda segar. Layak bila disebut hookeri lemon rumpun. Kelebatan daunnya itu sampai-sampai nyaris membuat pangkal pohonnya tak terlihat. Bahkan sampai tongkolnyapun susah mencari celah untuk menyeruak keluar.
Acaule
Ini dia si sarang burung sejati. Hidup epifit di pohon-pohon dengan daun lebar serta panjang tak merebah, memang ideal dijadikan sarang burung. Kekhasan lainnya, daunnya cenderung mulus lurus tak berlekuk dan tebal. Bakan ujungnya tumpul mirip daun jemani.

Red Bird's Nest
Sepintas mirip Llewelynii. Berdaun panjang dengan tangkai agak pendek. Bedanya, daunnya agak tebal dan rada lebar di tengah. Karena tangkainya yang lebih besar serta daun lebih tebal, Red Bird's Nest jadi tak mudah roboh. Beda dengan Llewelynii yang saat daunnya mulai tua dan memanjang akan cenderung mulai rada merebah.

Ciri khas lain yang dimiliki, tunas daunnya berwarna kemerahan menyambung sampai ke tangkai dan uratnya. Namun setelah daun itu tua akan berubah menjadi hijau pekat tapi mengkilap. Di sini biasa disamarkan sebagai keris merah saat masih bibitan.

Plowmanii Pruffles
Daun plowmanii juga cenderung berdiri tegak dengan tangkai pendek serta ujung yang runcing. Sudah banyak beredar di sini, oleh para breeder biasa dimanfaatkan sebagai parent stock buat disilang-silangkan dengan aneka jenis lainnya untuk meraih warisan daunnya yang khas.


BIRD'S NEST alias Anthurium Sarang Burung


Hookeri Paling Diminati dan Berpasaran Tertinggi

Hookeri Paling Diminati dan Berpasaran Tertinggi

Melalui media SMS, surat, email sampai kontak langsung dengan breeder serta pemilik nursery, disamping mengunjungi pameran. Kami membuat data tabulasi, salah saru hasilnya adalah data peringkat hookeri yang paling diminati sampai saat ini.

Yang paling dicari ternyata bukan berarti yang pasaran harganya paling mahal. Tapi justru yang banderolnya terjangkau serta memiliki "kedekatan" meski hanya soal nama dengan kultivar-kultivar jemani papan atas. Misalnya hookeri supernova.

Yang "mantan" tapi kemudian terkoreksi karena stok melimpah akibat panen raya, seperti hookeri super red, ternyata masih bertahan di peringkat ketiga hookeri yang paling diminati.

Sedang di puncak harga pasaran, Black Selvit sebulan terakhir berhasil menggeser "saudara" seinduknya Black Beauty sebagai hookeri berpasaran termahal.

Yang stabil adalah Burgundy. Masih bertahan di peringkat ketiga meski selisihnya tak begitu jauh dari Black Beauty. Selengkapnya adalah sebagai berikut:

Hookeri paling diminati:

1. Hookeri Supernova
2. Hookeri Cobra
3. Hookeri Super Red
4. Hookeri Garuda Merah
5. Hookeri Black Beauty
6. Hookeri Black Selvit
7. Hookeri Garuda Klasik
8. Hookeri Red Devise
9. Hookeri Jungle Bush
10. Hookeri Sweeta
   
Hookeri berpasaran tertinggi:

1. Hookeri Black Selvit
2. Hookeri Black Beauty
3. Hookeri Burgundy
4. Hookeri Red Devise
5. Hookeri Super Red
6. Hookeri Black
7. Hookeri Red Cobra
8. Hookeri Red Garuda
9. Hookeri Raja
10. Hookeri Sweeta


Hookeri Paling Diminati dan Berpasaran Tertinggi

Nasib Tongkol Usai Diambil Serbuknya

Nasib Tongkol Usai Diambil Serbuknya

Apakah setelah terjadi persilangan, tongkol yang difungsikan sebagai betina langsung jadi biji (oce)? Lantas bagaimana pihak tongkol jantan yang sudah diambil benang sari-nya? Apakah bisa diharap menghasilkan biji (oce) pula?


http://farm5.staticflickr.com/4121/4792100971_cd37c77505_z.jpgTongkol yang sudah difungsikan sebagai betina, kalau perkawinannya sempurna, maka jelas akan berkembang jadi buah yang kemudian menghasilkan biji (oce).

Sementara tongkol yang diambil serbuknya juga ada harapan menghasilkan buah (biji/oce) pula, karena pada permukaannya itu juga bisa mengeluarkan madu (putik).

Seperti diketahui, biasanya dalam satu tongkol madu keluar duluan. Sekitar 2-3 hari berikutnya, serbuk sari menyusul keluar. Kalau sudah demikian, jelas akan terjadi persilangan sendiri dengan bantuan angin, serangga atau tangan manusia.

Andaikan sebagian serbuknya Anda ambil untuk dikawinkan pada tongkol lain yang keluar madunya, maka kedua tongkol tadi sama-sama ada harapan menghasilkan buah (biji/oce).

Sebaliknya, andaikan tongkol yang diambil serbuk sari-nya tidak sampai terjadi persilangan, maka ia akan mengering, keriput dan akhirnya mati.




Nasib Tongkol Usai Diambil Serbuknya

Memburu Anthurium Kelas Kontes

Memburu Anthurium Kelas Kontes

 

Yang harus diperhatikan di dalam mencari Anthurium untuk dijadikan tanaman kelas kontes antara lain: secara fisik harus mencerminkan karakteristik kekhasan dari sebuah kultivar.  Maksudnya, tanaman itu tak membuat juri yang melakukan penilaian dan penggolongan bingung karena tanaman bersangkutan memiliki lebih dari satu karakter. Terutama, misalnya masuk ke kelas jemani namun bau hookerinya masih kental. Hybrid begini yang kadang membuat juri bingung.

[DSC03998.JPG]Kemudian yang terutama adalah soal fisik tanaman bersangkutan. Tentu saja harus indah dan eksotis dipandang mata. Dan karena itu jelas harus sehat. Tak ada daunnya yang rusak serta membentuk susunan yang simetris dan roset. Untuk mandapatkan tanaman yang seperti ini jelas susah. Apalagi buat jemani, kalaupun ada jelas harganya tak murah lagi.

Selengkapnya bagaimana trik memilih Anthurium dewasa yang siap dikonteskan, secara garis besar adalah sebagi berikut:

1. Selektif dalam hal pembelian.
Ini yang dimaksud. Untuk memilih tanaman tadi, lihat dulu kondisi tenamannya mulai dari tingkat kesuburan, kemudian keutamaan daun, juga pola daun nanti akan lari kemana. Juga jangan ketinggalan, pilih urat atau list daun yang memilki batik indah dan timbul ke atas.

2. Ketahui faktor keturunannya.
Alangkah baiknya bila saat hendak membeli tanaman tadi, kita harus tahu dulu indukannya. Jangan terkecoh dengan foto yang ditampilkan oleh penjualnya. Karena kemungkinan besar itu ada modus penipuannya. Belum tentu tanaman tadi realitanya seperti yang ada di foto. Dan karena itu lebih baik mengecek langsung dengan melihat langsung fisiknya.

Dengan begitu kita juga tahu jelas Anthurium ini berasal dari kultivar apa. Apalagi bila yang kita beli adalah anakannya, induk jantan betina sebaiknya juga kita ketahui. Pasalnya kadar penyimpangan anakannya bisa mencapai 20% - 30%. Ini untuk bibit yang diambil dari biji atau generatif.

Lebih aman memang membeli dari hasil splitan bonggol. Karena dijamin mirip dengan indukannya. Namun sayangnya hasil splitan bonggol itu susah sekali yang sudah dalam keadaan "jadi". Umumnya masih dalam masa pertumbuhan sehingga posturnya masih kurang bagus sehingga belum layak dikonteskan.

3. Membaca market pasar.
Yang tak kalah pentingnya adalah saat memutuskan membeli calon gacoan kontes, sebaiknya juga kita ketahui situasi pasar kultivar bersangkutan. Setidaknya kita harus tahu prospeknya 3-6 bulan ke depan. Apakah masih difavoritkan sehingga harganya bisa bertahan. Atau sebaliknya, bakalan cepat ambruk pasarannya.

Ini penting karena Anthurium adalah barang hobi. Selera masysrakat bisa berubah sewaktu-waktu. Misalnya pada saat ini kultivar ular-ularan tengah di atas. Apakah masih bertahan di atas sekian waktu kemudian.

Setelah mendapatkan gacoan kontes yang kita inginkan, sebaiknya segeralah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan buat mendukung pertumbuhannya. Tempat yang nyaman tak kelewat lembab atau panas. Sirkulasi udara yang baik, serta soal pemupukan dan pengobatan. Ada baiknya merek-merek dan pola perlakuan pemilik lama dipertahankan dulu biar tak terjadi syok. Setelah dianggap sudah beradaptasi barulah perlakuan bisa diubah perlahan-lahan.

Memburu Anthurium Kelas Kontes